Embracing Repentance and Transformation

On Ash Wednesday, Catholics commence the season of Lent, a 40-day period of preparation before Easter. What do we need to prepare ourselves for to celebrate Jesus’ victory on the Cross? Perhaps, amidst our busy daily lives, we have overlooked making time for the Lord.

Brothers and sisters in Christ, at this moment, we remind ourselves that we are sinners, invited to repent. We reflect on our calling as children of God. Humbly acknowledging our human weakness and constant tendency to sin. Through God’s grace, we can transform our lives to become faithful followers of Jesus. He came into this world for the redemption of our sins and offered salvation on the cross. His love liberates us from darkness, allowing us to live in the light. Instantly changing our lives may seem impossible, but with steadfast intentions and God’s blessings, miracles are certain to happen.

Perhaps, until now, our lives have been filled with unresolved emotional wounds. Let us also recognise the need to forgive those who have hurt us and those whom we have hurt. Pray for them and seek God’s grace for strength and healing so that we can live in peace and joy. We have hope! Believe that Jesus came into this world for those who cry out for His mercy.

Surrender the burdens we’ve carried for so long to gain freedom and strength to share the light of Christ with others. Set aside personal time with God for prayer. Delve into the depths of your heart, make a decision to transform your life for the better, and remain faithful to carry the cross following God’s path. May the Lord bless you. (Br. Bonny)


Rabu Abu, umat Katolik memulakan musim Prapaska dan ianya adalah 40 hari persediaan sebelum Paska. Apakah yang ingin kita persiapkan diri untuk meraikan kemenangan Yesus atas Kayu Salib? Mungkin selama ini kita terlalu sibuk dengan kehidupan harian sehingga tiada masa untuk Tuhan.

Saudara dan saudari dalam Kristus, pada saat ini kita mengingatkan diri bahawa kita sebagai seorang yang berdosa dan dijemput untuk bertaubat. Kita merenung kembali akan panggilan kita sebagai anak-anak Tuhan. Kita dengan rendah hati mengakui bahawa kita ialah manusia yang lemah dan selalu jatuh dalam dosa, dengan Rahmat Tuhan kita mampu mengubah kehidupan kita untuk menjadi pengikut Yesus yang setia, kerana Yesus sendiri hadir ke dunia ini demi penebusan dosa-dosa kita dan memberi penyelamatan di atas kayu salib. Cinta kasihNya yang membebaskan kita daripada kegelapan dan hidup dalam terang. Mengubah kehidupan sekelip mata adalah mustahil namun bersandarkan dengan niat yang setia dan berkat Tuhan sudah pasti mukjizat berlaku.

Mungkin juga selama ini kehidupan kita masih penuh dengan luka-luka batin yang belum sembuh, biarlah kita juga mengenali untuk saling mengampuni mereka yang telah melukai dan dilukai. Berdoalah bagi mereka dan mohon rahmat Tuhan untuk kekuatan serta penyembuahan agar kita dapat hidup dalam kedamaian dan sukacita. Kita mempunyai pengharapan! percayalah bahawa Yesus hadir ke dunia ini untuk kita yang berseru-seru akan belas kasihannya, serahkanlah berat beban yang kita pikul selama ini agar diberikan kebebasan dan kekuatan untuk berkongsi cahaya Kristus kepada sesama.

Luangkan masa peribadi bersama Tuhan untuk berdoa. Renungkanlah ke lubuk hati sendiri dan buatlah satu keputusan untuk mengubah kehidupan kita menjadi yang lebih baik dan setia untuk memikul salib mengikut jalan Tuhan. Tuhan memberkati.

Brother Boniface Chang is from Kota Padawan, Kuching. He’s a student at College General Penang and is doing a one-year Pastoral Work at the Church of the Nativity of the Blessed Virgin Mary and Saints Chastan & Imbert.